Setelah menabung dari hasil menjual botol bekas selama 26 tahun, Maryani (63), warga Pulo Geulis RT 2 Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, akhirnya bisa naik haji tahun ini.
Pemulung yang berstatus janda dengan empat anak ini tersebut mengaku, setiap hari berjalan kaki menyusuri jalanan dari pukul 04.00 WIB hingga 05.00 WIB untuk mencari barang-barang bekas. Selain barang bekas,
Maryani juga menjual pasir yang terseret arus Sungai Ciliwung jika saat banjir datang. "Kalau ngejualnya per hari teh uangnya kecil, paling sehari mah cuman dapet Rp 3.000 paling gede Rp 10.000. Jadi ibu kumpulin dulu sampai satu tahun baru ibu jual," kata Maryani.
Sementara itu, Maryani menceritakan, dirinya mulai mengumpulkan uang untuk berangkat haji dimulai sejak tahun 1993.
Menurutnya, dalam setahun dia bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1,2 juta. Setelah itu, satu juta lalu dia tabung dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu pada tahun 2012, total tabungan yang dikumpulkannya berjumlah Rp 25 juta.
Dirinya pun akhirnya meyakinan diri untuk mendaftark untuk berangkat haji. "Waktu daftar, dibilangnya berangkat tahun 2020. Saya agak tenang karena masih ada waktu banyak untuk cari uang pelunasannya. Ternyata dipanggil lebih cepat," katanya.
Maryani akhirnya dijadwalkan berangkat pada bulan Agustus 2019, lebih cepat dari yang direncanakana. Dirinya tercatat di kelompok terbang 88 asal Kota Bogor.
Pemulung yang berstatus janda dengan empat anak ini tersebut mengaku, setiap hari berjalan kaki menyusuri jalanan dari pukul 04.00 WIB hingga 05.00 WIB untuk mencari barang-barang bekas. Selain barang bekas,
Maryani juga menjual pasir yang terseret arus Sungai Ciliwung jika saat banjir datang. "Kalau ngejualnya per hari teh uangnya kecil, paling sehari mah cuman dapet Rp 3.000 paling gede Rp 10.000. Jadi ibu kumpulin dulu sampai satu tahun baru ibu jual," kata Maryani.
Sementara itu, Maryani menceritakan, dirinya mulai mengumpulkan uang untuk berangkat haji dimulai sejak tahun 1993.
Menurutnya, dalam setahun dia bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1,2 juta. Setelah itu, satu juta lalu dia tabung dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu pada tahun 2012, total tabungan yang dikumpulkannya berjumlah Rp 25 juta.
Dirinya pun akhirnya meyakinan diri untuk mendaftark untuk berangkat haji. "Waktu daftar, dibilangnya berangkat tahun 2020. Saya agak tenang karena masih ada waktu banyak untuk cari uang pelunasannya. Ternyata dipanggil lebih cepat," katanya.
Maryani akhirnya dijadwalkan berangkat pada bulan Agustus 2019, lebih cepat dari yang direncanakana. Dirinya tercatat di kelompok terbang 88 asal Kota Bogor.

